Suarankrinews.web.id.
BOGOR – 19-7-2026- Dunia pers dan penegakan hukum di Kabupaten Bogor kembali tercoreng dengan dugaan kolusi ngeri! Oknum kepolisian diduga beraliansi dengan oknum media untuk melakukan pemerasan keji terhadap dua pengusaha bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Tobing dan Yosep. Korban terpaksa merogoh kocek senilai Rp 40 JUTA hanya demi membebaskan pekerjanya yang ditahan dengan cara tak wajar!
Berdasarkan keterangan Sigit, Koordinator Lapangan usaha tersebut, insiden mencurigakan itu bermula pada pukul 23.00 WIB. Sekelompok orang yang mengaku sebagai awak media datang secara tiba-tiba dan menerobos masuk ke lokasi usaha tanpa prosedur yang jelas.
"Kejadian begitu cepat! Mereka langsung menerobos masuk, mengambil dokumentasi semaunya. Kami sempat berdebat, bernegosiasi, tapi tak ada jalan tengah. Bahkan salah satu pekerja kami diseret paksa ke Polsek Rumpin oleh lima orang oknum media itu!" ungkap Sigit.
Anehnya, di lokasi Polsek Rumpin justru terbuka fakta yang makin mencurigakan. Saat Tobing selaku pemilik usaaha komunikasi melalui sambungan seluler meminta kejelasan, terungkap bahwa pengiriman solar yang dijalankan Tobing ternyata adalah amanah dari pihak kepolisian sendiri—bahkan berhubungan langsung dengan salah satu anggota di bawah Kanit Pyrba!
"Semuanya sudah terhubung! Kami sudah berkoordinasi dengan baik dengan Kapolsek maupun Kanit terkait usaha ini," tegas Sigit.
Namun ironi tak berhenti di situ. Justru anggota polisi yang diduga mengantar pengusaha tersebutlah yang kemudian menekan Tobing agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan—bukan lewat jalur hukum yang transparan!
Terjadilah negosiasi yang memakan waktu empat jam penuh, penuh ancaman dan tekanan, hingga dini hari. Tobing terpaksa menyerahkan uang sebesar Rp 40 JUTA pada pukul 03.00 WIB pagi. Baru setelah uang berpindah tangan, pekerjanya akhirnya diperbolehkan pulang.
Pertanyaan besar kini menggantung di udara:
✅ Apakah ini modus baru: Mengantar usaha, lalu menagih uang damai dengan alasan dugaan ilegal?
✅ Siapa nama jelas oknum polisi dan oknum media yang terlibat dalam raket ini?
✅ Apakah Kapolsek Rumpin benar-benar tak tahu soal transaksi gelap yang berlangsung di bawah atap kantornya sendiri?
Kasus ini mencoreng nama baik institusi kepolisian dan profesi jurnalistik sekaligus! Masyarakat menuntut pihak Polda Jabar dan Dewan Pers segera turun tangan, membongkar dalang sebenarnya, dan menjatuhkan hukuman setimpal—sebelum raket pemerasan berkedok penegakan hukum dan pers ini makin merajalela!
Tim Red

Posting Komentar